PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA CIBEET MELALUI INOVASI MPASI BUNIKU (BUBUR NUTRISI BAYIKU) DARI BAHAN DASAR JAGUNG

Authors

  • Salsa Fadillah Universitas Bhakti Kencana
  • Yosef Pandai Lolan Universitas Bhakti Kencana
  • Silvi Dwi Purwanti Universitas Bhakti Kencana
  • Faiz Abdurrahman Universitas Bhakti Kencana
  • Bunga Sauzana Putri Universitas Bhakti Kencana
  • Neng Putri Alfiani Universitas Bhakti Kencana
  • Wiwid Widiansyah Universitas Bhakti Kencana
  • Aviana Abdul Azis Universitas Bhakti Kencana
  • Nirmala Wahyutriani Universitas Bhakti Kencana
  • Puzyah Wijayanti Universitas Bhakti Kencana
  • Raja Vieza Universitas Bhakti Kencana

DOI:

https://doi.org/10.61722/japm.v4i4.12072

Keywords:

MPASI, jagung lokal, pengetahuan, sikap, stunting

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi salah satu permasalahan gizi utama di Indonesia yang dapat berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Salah satu upaya pencegahan stunting dapat dilakukan melalui pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak usia 6–24 bulan. Pemanfaatan pangan lokal sebagai bahan MPASI menjadi alternatif yang potensial karena mudah diperoleh, terjangkau, dan berkelanjutan. Jagung merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang memiliki kandungan gizi yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan energi dan zat gizi anak. Namun, pemanfaatan jagung sebagai bahan dasar MPASI masih belum optimal. Oleh karena itu, Program BUNIKU (Bubur Nutrisi Bayiku) dikembangkan sebagai inovasi edukasi gizi berbasis pangan lokal untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap peserta mengenai pengolahan MPASI berbahan dasar jagung.

Tujuan: Menganalisis pengaruh Program BUNIKU terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap peserta mengenai pemberian MPASI berbasis jagung lokal.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sebanyak 35 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik pembuatan BUNIKU berbahan dasar jagung lokal. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap peserta setelah mengikuti Program BUNIKU. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 7,49 ± 1,15 pada saat pretest menjadi 9,43 ± 0,74 pada saat posttest. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi (Z = -4,837; p < 0,001). Sebelum kegiatan, sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (51,4%), sedangkan setelah kegiatan seluruh peserta (100%) berada pada kategori baik. Pada aspek sikap, proporsi peserta dengan sikap positif meningkat dari 45,7% menjadi 100% setelah mengikuti program. Hasil analisis juga menunjukkan adanya perubahan sikap yang signifikan (Z = -5,176; p < 0,001).

Kesimpulan: Program BUNIKU efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap peserta mengenai pemberian MPASI berbasis jagung lokal. Kombinasi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung mampu meningkatkan pemahaman serta penerimaan peserta terhadap pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif MPASI bergizi. Program ini berpotensi menjadi salah satu strategi edukasi gizi berbasis masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan stunting

References

Afidah, N., & Mardiana. (2021). Sport and Nutrition Journal. 3(2), 39–50.

Anwar, Khalidatul Khair; Nurmiaty, Nurmiaty; Arum, D. N. S., & Khalidatul. (2022). Pengaruh Pelatihan Kader terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Pemberian MP-ASI e Effect of Cadre Training on Knowledge and Attitudes regarding Giving MP-ASI.

Aulia, R., Suryani, N., & Solechah, S. A. (2023). Daya Terima dan Nilai Gizi MP-ASI Berbahan Pangan Lokal Sebagai Upaya Mencegah Stunting Anak Baduta. 16(3), 235–246. https://doi.org/10.23917/jk.v16i3.2216

Haskas, Y. (2025). GAMBARAN STUNTING DI INDONESIA : LITERATUR REVIEW Yusran Haskas. 15, 154–157.

Karimah, I., Nuraeni, I., & Hadiningsih, N. (2023). Praktik Pemberian Makan pada Balita Stunting di Desa Kawitan , Kecamatan ( Complementary Feeding Practise on Stunting Toddlers in Kawitan Village. 2(4), 230–236.

Marzuki, K., Amir, R., Asri, M., Arsyad, Y., Alamsyah, M. N., Sekolah, P. L., Makassar, U. N., Sekolah, P. L., Makassar, U. N., Sekolah, P. L., Makassar, U. N., Sekolah, P. L., Makassar, U. N., Sekolah, P. L., Makassar, U. N., Lokal, P., & Gizi, E. (2025). Pemanfaatan Jagung Sebagai Sumber Gizi Alternatif Untuk Menekan Angka Stunting di Kabupaten Takalar. 3, 308–315.

Putrie, A., Wirakhmi, I. N., & Triana, N. Y. (2025). 25EDUKASI MAKANAN PENDAMPING ASI (MPASI) UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KADER DAN IBU BAYI USIA 6-24 BULAN SERTA KETERAMPILAN KADER. 7, 25–32.

Resti Utami, Gardina Aulin Nuha, Yulinartati, S. (2024). Optimalisasi Pencegahan Stunting Berbasis Kearifan Lokal Melalui Pemanfaatan Olahan Jagung di Desa Panduman Jelbuk. 5(2), 9–18.

WHO. (2023). WHO Guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age.

Downloads

Published

2026-07-16

Issue

Section

Articles