Integrasi Pendaftaran Tanah dengan Penataan Ruang Padat Penduduk dalam Mencegah Konflik Agraria
DOI:
https://doi.org/10.61722/jinu.v3i4.10101Keywords:
Land Registration; Spatial Planning; Agrarian Conflict; Legal Certainty; Densely Populated Areas.Abstract
Agrarian conflict in densely populated areas is a persistent structural problem in Indonesia, fueled by a weak land registration system and a misalignment between spatial use and land ownership rights. This study aims to analyze the urgency of integrating land registration and spatial planning as an instrument for preventing agrarian conflict in densely populated areas. Using normative legal research methods and a legislative and conceptual approach, this study examines the legal framework governing land registration and spatial planning in Indonesia and identifies regulatory gaps that are at the root of agrarian conflict. The results indicate that systematically integrating land spatial data with regional spatial plans (RTRW) can minimize overlapping land ownership, provide legal certainty for communities, and create fair and sustainable land governance. Regulatory reform, institutional capacity building, and database synchronization between the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency (BPN) and local governments are needed as concrete steps to realize this integration.
References
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2011
Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68). Telah diperbarui melalui UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997
Akbar, D. A., & Astrika, L. (2014). Implementasi Penataan Ruang dan Wilayah Perkotaan di Kecamatan Mijen Kota Semarang. Journal of Politic and Government Studies, 3(3), 216-225.
Aryuhanna, D. C., Hanifah, D. N., Badaha. L. Z., Niravita. A., & Fikri. M. A. H. (2025). Analisis Perbandingan Sistem Pendaftaran Tanah di Indonesia, Malaysia, Belanda, dan Australia. Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora, 2 (6), 153-164. https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i6.1349.
Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, Statistik Pertanahan Nasional 2022 (Jakarta: BPN RI, 2022), hlm. 12. Tersedia di: https://www.atrbpn.go.id.
Emmanuelle, K. F. V., Fasha, Y. J., Wicaksono, A. S. P. Y., Parama, H. R., & Fikri, M. A. H. (2025). Kontribusi Masyarakat terhadap Efektivitas Pendaftaran Tanah dan Kepastian Hukum. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 2(03), 2857-2868.
Fikri, M. A. H., Hasanah, I. Z., Labibah, I. F., Putri, S., & Ekawahyuni, N. A. (2025). Dari regulasi ke realitas: Hambatan implementasi pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Indonesia. Indonesian Journal of Law and Justice, 3(1).
Fikri, M. A. H., Rajib, R. K., Hidayah, N., Aprilia, I. N., Insanidya, S. E., & Prasetyo, A. Y. (2024). Rethinking space: Planning theories for sustainable tourism in Gunung Kidul, Indonesia. Indonesian Journal of Agrarian Law, 1(2), 111–138. https://doi.org/10.15294/jal.v1i2.31082
Ismail, Nurhasan. (2023). Kepastian hukum hak atas tanah dalam perspektif penataan ruang dan konflik agraria. Jurnal RechtsVinding, 12(1), 45–60.
Konsorsium Pembaruan Agraria. (2024). Catatan akhir tahun 2023: Konflik agraria dan ancaman krisis reforma agraria di Indonesia. KPA.
Rahmat, I. (2024). Kebijakan Tata Kelola Ruang: Optimalisasi Pembangunan Kota Semarang yang Strategis. Available at: https://id.scribd.com/presentation/727636101/FILE-PRESENTASI-BEM-FEB-, diakses tanggal 2 Mei 2026
Ramadhani, O. D., Firdausy, F. A., Niravita, A., & Fikri, M. A. H. (2024). Tantangan hukum dalam pendaftaran tanah: Analisis kelemahan sistematis dan solusi implementasi. Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 7(10), 1-10.
Sutedi, Adrian. (2021). Pendaftaran tanah dan konflik pertanahan di Indonesia. Sinar Grafika.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










