Kontroversi Nature dan Nurture dalam Pembentukan Bahasa serta Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa

Authors

  • Ihda Ulvi Ulia Muhasona Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Ahmad Qowim Manhaji Universitas Islam Negri Sunan Ampel Surabaya
  • Ahil Tsaqif Universitas Islam Negri Sunan Ampel Surabaya
  • M Yunus Abu Bakar Universitas Islam Negri Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.61722/jinu.v3i4.10300

Keywords:

nature, nurture, language formation, language learning, behaviorism, nativism

Abstract

Abstrak: Language is a fundamental human ability, emerging through a series of complex processes involving various internal and external factors. Language plays a role not only as a means of communication but also as a medium for thinking, conveying ideas, and building social interactions. This study aims to explore the debate between nature and nurture theories in the context of language development and assess its impact on language teaching. The nature theory proposed by Noam Chomsky argues that language ability is a talent that is present from birth through a mechanism called the Language Acquisition Device (LAD), allowing individuals to learn language in a natural and organized manner. In contrast, the nurture theory introduced by B. F. Skinner emphasizes that language is formed through interactions with the environment involving stimulus-response processes, imitation, and reinforcement. This study uses a qualitative approach by applying literature study methods to analyze various references, including books, journals, and previous research relevant to language formation and teaching. The results of this study indicate that language development cannot be explained by a single theory, but rather is the result of a complex interaction between biological potential and environmental influences. Previous research also shows that cognitive readiness and sufficient language exposure are very important in the development of language skills. Therefore, the implications of this research suggest that language teaching should integrate these two approaches, providing opportunities for students to use language naturally while emphasizing structured practice and reinforcement. It is hoped that this integration will improve students' language skills, understanding, and mastery more efficiently.

Keywords: nature, nurture, language formation, language learning, behaviorism, nativism

 

Abstrak. Bahasa merupakan kemampuan fundamental yang dimiliki manusia, yang muncul melalui rangkaian proses yang kompleks dan melibatkan berbagai faktor internal dan eksternal. Peran bahasa bukan hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai media untuk berpikir, menyampaikan gagasan, dan membangun interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perdebatan antara teori nature dan nurture dalam konteks perkembangan bahasa serta menilai dampaknya terhadap pengajaran bahasa. Teori nature yang dikemukakan oleh Noam Chomsky berpendapat bahwa kemampuan berbahasa adalah bakat yang sudah ada sejak lahir melalui mekanisme yang disebut Language Acquisition Device (LAD), sehingga individu dapat mempelajari bahasa dengan cara yang alami dan terorganisir. Sebaliknya, teori nurture yang diperkenalkan oleh B. F. Skinner menekankan bahwa bahasa terbentuk melalui interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses stimulus-respons, peniruan, dan penguatan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode studi literatur untuk menganalisis beragam referensi, termasuk buku, jurnal, serta penelitian sebelumnya yang relevan dengan pembentukan dan pengajaran bahasa. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa perkembangan bahasa tidak bisa dijelaskan hanya dengan satu teori, melainkan merupakan hasil dari interaksi yang rumit antara potensi biologis dan pengaruh lingkungan. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa kesiapan kognitif dan paparan bahasa yang cukup sangat penting dalam perkembangan kemampuan berbahasa. Oleh karena itu, implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengajaran bahasa harus mengintegrasikan kedua pendekatan ini, dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk menggunakan bahasa secara alami dan juga menekankan praktik yang terstruktur serta penguatan. Diharapkan bahwa penggabungan ini mampu meningkatkan kemampuan, pemahaman, dan penguasaan bahasa peserta didik secara lebih efisien.

Kata kunci: Kata kunci: nature, nurture, pembentukan bahasa, pembelajaran bahasa, behaviorisme, nativisme

References

Ahmad, I., & Djais, I. (t.t.). TEORI-TEORI BELAJAR DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA. 5(2).

Arsanti, M. (t.t.). PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK).

Budiman, B., Sari, Y., Dalimunthe, F. A., & Putri, P. (2023). Implikasi Teori Behaviorisme Dalam Pembelajaran Bahasa. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 12(2), 177–186.

Dardjowidjojo, S. (2025a). Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Yayasan Obor Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=UwO8kdBZW5AC

Dardjowidjojo, S. (2025b). Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Yayasan Obor Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=UwO8kdBZW5AC

Dhieni, N., Fridani, L., & Psych, S. P. M. (2017). Hakikat perkembangan bahasa anak. Modul Paud diakses pada tanggal, 26.

Gorys Keraf, D. (2009). Diksi dan Gaya Bahasa. Gramedia Pustaka Utama. https://books.google.co.id/books?id=2zm9pAbUHP8C

Jasmine, A. P., Fallo, E. S., & Noviyanti, S. (2025). HAKIKAT PEMEROLEHAN BAHASA DAN FAKTOR PENDUKUNG PEMEROLEHAN BAHASA. 5(4).

Mukalel, J. C. (1998). Psychology of Language Learning. Discovery Publishing House. https://books.google.co.id/books?id=yZAdstilf94C

Muna, H. N., & Ridwan, M. H. (2025). Stimulus Dan Respons Dalam Akuisisi Bahasa Ibu: Tinjauan Behavioristik Pada Perkembangan Linguistik Anak Usia Dini: Stimulus And Response In Motherland Acquisition: A Behavioristic Review Of Early Childhood Linguistic Development. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Undiksha, 15(2), 195–202.

Ningtyas, R. R., & Afandi, T. (2026). Teori Behaviorisme dalam Psikologi Belajar: Analisis Konseptual dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Anak Sekolah Dasar. 13.

Nurlaila, N. (2021). Konsep Pemerolehan Bahasa dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa. Fitrah: Jurnal Studi Pendidikan, 12(1), 47–64.

Samsu Romli, S. (t.t.). Kecerdasan Emosional dan Faktor Lingkungan sebagai Pendorong Motivasi Belajar. Penerbit Adab.

Skinner, B. F. (1957). Verbal Behavior. Appleton-Century-Crofts. https://books.google.co.id/books?id=2Hp9AAAAMAAJ

Snow, C. E., & Ferguson, C. A. (1979). Talking to Children: Language Input and Acquisition. Cambridge University Press. https://books.google.co.id/books?id=Pk1uQgAACAAJ

Tiara, D. R., & Pratiwi, E. (2025). Pembelajaran Anak Usia Dini Di Era Digital: Integrasi Pembelajaran Dan Teknologi Pendidikan. Bayfa Cendekia Indonesia.

Wibowo, W. (2001). Manajemen bahasa: Pengorganisasian karangan pragmatik dalam bahasa Indonesia untuk mahasiswa dan praktisi bisnis. Gramedia Pustaka Utama.

Yuliasari, Y., Hidayah, N., & Mahliatussikah, H. (2024). Pemerolehan Bahasa Ibu dalam Perspektif Psikolinguistik: Proses, Faktor, dan Implikasi. ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra, 2(2), 327–343.

Downloads

Published

2026-05-29

Issue

Section

Articles