MAKNA KOMUNIKASI KELUARGA BAGI KONDISI PSIKOSOSIAL REMAJA GENERASI Z
DOI:
https://doi.org/10.61722/jinu.v3i4.10348Keywords:
komunikasi keluarga, hubungan orang tua dan anak, kondisi psikososial remajaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dari komunikasi keluarga bagi kondisi psikososial remaja Generasi Z serta melihat bagaimana hubungan dan interaksi antara orang tua dan anak terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) terhadap informan berusia 17–19 tahun. Data dianalisis dengan melihat pola komunikasi, keterbukaan dalam keluarga, cara pengambilan keputusan, dan kedekatan emosional antar anggota keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi keluarga memiliki peran penting dalam kehidupan Generasi Z, terutama dalam membentuk rasa percaya diri, kenyamanan emosional, dan kemampuan untuk bersosialisasi. Keluarga yang menerapkan komunikasi terbuka dan saling mendukung cenderung menciptakan hubungan yang lebih dekat dan harmonis. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya hambatan komunikasi seperti perbedaan pola pikir antar generasi, kurangnya waktu bersama keluarga, serta rasa canggung dalam membahas masalah pribadi. Oleh karena itu, komunikasi yang terbuka, saling mendengarkan, dan keterlibatan orang tua sangat diperlukan agar perkembangan sosial dan emosional Generasi Z dapat berjalan dengan baik.
References
Ardian, M., Safitri, N., & Khotimah, K. (2024). Kurangnya komunikasi dalam keluarga: Faktor, dampak, dan solusi. PUBLIK: Publikasi Layanan Bimbingan dan Konseling Islam, 3(2), 81–91. https://e-jurnal.iainsorong.ac.id/index.php/Publik
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.
Ellen. (2022, November 28). Perkembangan psikososial Erikson. BINUS University Psychology. https://psychology.binus.ac.id/2022/11/28/perkembangan-psikososial-erikson/
Erikson, E. H. (1963). Childhood and society (2nd ed.). W. W. Norton & Company.
Galvin, K. M., Braithwaite, D. O., & Bylund, C. L. (2015). Family communication: Cohesion and change (9th ed.). Routledge.
Hennink, M. M. (2014). Focus Group Discussion: Understanding Qualitative Research. Oxford University Press.
Hoeriyah, S., & Abdurohim. (2025). Pengaruh kualitas komunikasi keluarga terhadap stabilitas emosi remaja. AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin, 2(7), 627–631. https://journal.hasbaedukasi.co.id/index.php/at-taklim
Koerner, A. F., & Fitzpatrick, M. A. (2002). Toward a theory of family communication. Communication Theory, 12(1), 70–91.
Koerner, A. S., & Fitzpatrick, M. A. (2006). Family Communication Patterns Theory: A Social Cognitive Approach. Sage Publications, Inc.
Koerner, A. S., Schrodt, P., & Fitzpatrick, M. A. (2017). Family communication: Patterns theory as a grand theory of family communication. Taylor and Francis.
Kompas.com. (2024, February 1). Pengguna internet Indonesia tembus 221 juta, didominasi Gen Z. https://tekno.kompas.com/read/2024/02/01/09300027/pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-didominasi-gen-z
Rizky, N. (2022, December 6). Komunikasi keluarga. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/nafisaarizky1751/638f5253d287dd09640727e3/komunikasi-keluarga
Naila Azzahra, D. S. W., & Suhesti, N. (2025). Makna komunikasi keluarga pada remaja yang mengalami ketergantungan media sosial Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Sosial (JKOMDIS), 5(3), 733–739. https://doi.org/10.47233/jkomdis.v5i3.3752
Repository Universitas Bakrie. (n.d.). BAB I–III [PDF]. https://repository.bakrie.ac.id/12122/2/01.BAB%20I-III.pdf
Satya. (2025, Desember 9). 8 permasalahan dalam keluarga dan cara mengatasinya. Bicarakan.id. https://www.bicarakan.id/blog/permasalahan-dalam-keluarga-dan-cara-mengatasinya/
Seemiller, C., & Grace, M. (2017). Generation Z: Educating and Engaging the Next Generation of Students. About Campus, 22(3), 21–26.
Seemiller, C., & Grace, M. (2019). Generation Z: A Century in the Making. Routledge.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sukarno, B., & Fatimah, N. S. (2021). Pentingnya komunikasi interpersonal dalam membangun keluarga ideal. Intelektiva: Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 2(8), 80–86.
Walsh, F. (2016). Strengthening family resilience (3rd ed.). Guilford Press.
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications (6th ed.). Sage Publications, Inc.
Yulianti, M., Astuti, M. T., & Triayunda, L. (2023). Komunikasi keluarga sebagai sarana keharmonisan keluarga. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3(2), 4609–4617. https://j-innovative.org/index.php/Innovative
Universitas Gadjah Mada. (2022, October 24). Hasil survei I-NAMHS: Satu dari tiga remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental.
Daulay, W., Nasution, M. L., & Purba, J. M. (2023). Pola komunikasi keluarga: Studi kasus pada remaja dengan kategori resiko dan gangguan masalah kesehatan jiwa. CONTENT: Journal of Communication Studies, 1(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











