PEMBUATAN DAN EVALUASI SEDIAAN STERIL INJEKSI AMPUL EPINEFRIN
DOI:
https://doi.org/10.61722/jirs.v3i2.11968Keywords:
ampul, Epinefrin HCl, evaluasi mutu, sediaan steril injeksi, sterilisasiAbstract
Sediaan steril injeksi merupakan bentuk sediaan farmasi yang harus memenuhi persyaratan mutu yang ketat karena diberikan langsung ke dalam tubuh sehingga keamanan, sterilitas, dan kualitas produk harus terjamin. Epinefrin HCl merupakan obat yang banyak digunakan pada kondisi kegawatdaruratan sehingga perlu diformulasikan dalam bentuk sediaan injeksi steril yang memenuhi standar farmakope. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan steril injeksi ampul Epinefrin HCl serta mengevaluasi mutu fisik sediaan yang dihasilkan. Sediaan diformulasikan menggunakan Epinefrin HCl sebagai zat aktif, natrium klorida sebagai pengisotonis, natrium metabisulfit sebagai antioksidan, dan Aqua Pro Injection sebagai pelarut. Proses pembuatan dilakukan secara aseptis, meliputi sterilisasi alat, pencampuran bahan, pengaturan pH, penyaringan, pengisian ke dalam ampul, dan penyegelan. Evaluasi mutu dilakukan melalui uji organoleptis, uji kejernihan, uji kebocoran, dan uji keseragaman volume. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan yang dihasilkan berupa larutan jernih, tidak berwarna, dan tidak berbau. Pada uji kejernihan tidak ditemukan partikel asing maupun endapan, sedangkan uji kebocoran menunjukkan tidak adanya perubahan warna setelah pengujian dengan metilen biru yang menandakan ampul tertutup rapat. Selain itu, seluruh ampul memiliki volume yang seragam sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, sediaan steril injeksi ampul Epinefrin HCl memenuhi persyaratan mutu fisik sesuai Farmakope Indonesia sehingga formulasi yang dibuat dinilai layak sebagai sediaan parenteral steril
References
Ayuhastuti, A. 2016. Praktikum Teknologi Sediaan Steril. Cetakan Pertama. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
BPOM. (2024). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Standar Cara Pembuatan Obat yang Baik. Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Fatmawaty, A., Nisa, M., dan Rezki, R. 2015. Teknologi Sediaan Farmasi. Yogyakarta: Penerbit Deepublish.
Kemenkes RI. 2014. Farmakope Indonesia. Edisi V. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. 2020. Farmakope Indonesia. Edisi VI. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Nurhalita, H. M., Seviah, A. D., Ayyun, K., Sindriyani, L. S., Rosyidah, Y. K. I., Rahmawati, D., Zhirotul Wida, D., & Mubarok, F. (2024). Review Artikel: Evaluasi Efektivitas Berbagai Macam Metode Sterilisasi. OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan, 3(1).
Putri, R. I. F. S., & Holik, H. A. (2023). Studi Kapabilitas Proses Ampul Asam Traneksamat 100 mg pada Suatu Industri Farmasi di Jawa Barat. Majalah Farmasetika, 8(5), 447–458.
Putri, D. C. A., dan Yuliani, S. H. 2018. Evaluasi Peracikan Injeksi Seftriakson di Salah Satu Rumah Sakit Swasta di Semarang. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy. 7(3). 143- 153.
Rojanasakul, Y., & Malanga, C. J. (2021). Parenteral Routes of Delivery. In Theory and Practice of Contemporary Pharmaceutics (pp. 387–419). CRC Press.
Rahayu, A. 2022. Sediaan Semisolida. Surabaya: Jakad Media Publishing.
Unahalekhaka, A., & Nuthong, P. (2022). Glass particulate adulterated in single dose ampoules: A patient safety concern. Journal of Clinical Nursing.
Wakhid, M. H. N., Wahyuni, W. T., Putri, R. A., Halisa, D. N., Lebuan, M. K. B., Rahmawati, D., & Mubarak, M. F. (2025). Review Artikel: Sediaan Steril Injeksi. Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF), 3(1), 107-116.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










