Budaya Nongkrong sebagai Gaya Hidup Masyarakat Urban di Banda Aceh

Authors

  • Siti Masyithah Universitas Syiah Kuala
  • Indah Fazhila Universitas Syiah Kuala

DOI:

https://doi.org/10.61722/jmia.v3i3.10074

Keywords:

budaya nongkrong, gaya hidup urban, interaksi sosial, warung kopi, kafe, Banda Aceh

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya nongkrong sebagai gaya hidup masyarakat urban di Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap masyarakat, khususnya mahasiswa dan anak muda yang sering melakukan aktivitas nongkrong di warung kopi dan kafe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas nongkrong telah mengalami pergeseran makna, dari sekadar kegiatan mengisi waktu luang menjadi bagian dari gaya hidup modern. Nongkrong tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial, pertukaran informasi, serta pembentukan jaringan sosial. Selain itu, perkembangan kafe modern dengan fasilitas yang lengkap turut mempengaruhi pola dan preferensi tempat nongkrong masyarakat. Budaya nongkrong di Banda Aceh juga mencerminkan adanya perpaduan antara budaya lokal, seperti warung kopi tradisional, dengan modernitas yang ditunjukkan melalui keberadaan coffee shop. Dengan demikian, aktivitas nongkrong menjadi bagian penting dalam dinamika kehidupan sosial masyarakat urban serta berperan dalam membentuk identitas dan gaya hidup masyarakat, khususnya di kalangan anak muda

Author Biographies

Siti Masyithah, Universitas Syiah Kuala

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi Sosiologi

Indah Fazhila, Universitas Syiah Kuala

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi Sosiologi

References

Andina, F., & Zulaikha, S. (2024). Nongkrong di kafe sebagai perilaku konsumtif mahasiswa. Jurnal Ilmu Sosial Humaniora dan Seni, 3(2), 831–838.

Fahtoni, H. (2022). Pemaknaan aktivitas nongkrong di kafe sebagai budaya milenial. Communication & Social Media Journal, 2(1).

Hapsari, Z. R., & Wijaya, A. (2024). Coffee shop dan gaya hidup mahasiswa perkotaan. Journal of Youth and Outdoor Activities, 1(2), 75–90. https://doi.org/10.61511/jyoa.v1i2.2024.1139⁠

Hidayah, Y., Permatasari, R. Y. A., & Irianti, N. P. (2025). Dari nongkrong ke networking: Budaya kafe sebagai ruang produksi identitas anak muda. Jurnal Citizenship Virtues, 6(1).

Martono, N. (2016). Metode penelitian sosial: Konsep-konsep kunci. Rajawali Pers.

Purwasih, A., & Lisdiana, A. (2022). Secangkir kopi: Potret antara kearifan lokal dan gaya hidup masa kini. Social Pedagogy: Journal of Social Science Education, 3(1), 161–171. https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/social-pedagogy⁠

Puspa, R., & Hardiyanti, N. Y. (2021). Coffee culture di Indonesia: Pola konsumsi pengunjung kafe. Jurnal Media dan Komunikasi, 1(2).

Rahmani, S., Amaturrahmi, & Syam, H. M. (2022). Aktivitas nongkrong di pantai sebagai gaya hidup: Studi pada pengunjung Sunset Surf Café Lhoknga Aceh Besar. Intelektiva, 3(10), 158–166.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Yusuf, M., & Hakim, A. (2025). Nilai-nilai edukasi dalam budaya kearifan lokal di warung kopi Kota Banda Aceh. Mimbar Akademika, 10(1), 12–24.

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia

Downloads

Published

2026-05-15

Issue

Section

Articles