PERTAMBANGAN MINERAL SEBAGAI PENUNJANG ENERGI BERKELANJUTAN YANG BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP LINGKUNGAN HIDUP: TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PTUN JAKARTA NOMOR 59/G/LH/2023/PTUN.JKT

Authors

  • Dhiya Ghina Zhafira Universitas Pancasila
  • Yayang Rizki Pratama Universitas Pancasila
  • Najla Alyaa Universitas Pancasila
  • Annisa Davina Paramitha Universitas Pancasila
  • Tegar Putra Novandi Universitas Pancasila
  • Roy Pasaribu Universitas Pancasila

DOI:

https://doi.org/10.61722/jmia.v3i4.11111

Keywords:

Mineral Mining, Sustainable Energy, Environmental Law Principles

Abstract

Mineral mining holds strategic relevance in supporting the transition to sustainable energy, particularly through the utilization of metallic minerals such as zinc (Zn) and lead (Pb) as components in energy storage technologies. In practice, however, such activities frequently conflict with the principles of environmental protection embedded in national legislation. This study juridically analyzes the tension between the interests of mineral utilization for sustainable energy and compliance with environmental law principles, focusing on Jakarta Administrative Court (PTUN) Decision Number 59/G/LH/2023/PTUN.JKT, which annulled the Ministerial Decree of the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) Number SK.854/MENLHK/SETJEN/PLA.4/8/2022 concerning the Environmental Feasibility of the Zinc and Lead Mining Activities of PT. Dairi Prima Mineral in Dairi Regency, North Sumatra. The study employs normative legal research methods with statutory, casebased, and conceptual approaches. The findings reveal that the issuance of the disputed environmental approval contained juridical defects, including violations of the principles of transparency, precaution, and noncompliance with the AMDAL assessment mechanism under Government Regulation Number 22 of 2021. The Jakarta PTUN decision affirmed the supremacy of environmental law in natural resource utilization, while simultaneously posing factual obstacles to the continuity of mining operations that contribute to the sustainable energy supply chain. These conditions underscore the urgent need for regulatory harmonization between national energy policy and environmental protection instruments to achieve genuinely sustainable mineral mining.

References

Akib, Muhammad. Hukum Lingkungan: Perspektif Global dan Nasional. Edisi Revisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2016.

Andi Gadjong, Agus Salim. Pertambangan dan Lingkungan Hidup: Kajian Hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2022.

Fauzi Ridwan. "Hak Partisipasi Masyarakat dalam Penyusunan AMDAL: Telaah Normatif dan Empiris." Jurnal Ilmu Hukum 14, No. 1 (2023): 78–96.

Hendri Siregar. "Mineral Strategis sebagai Penunjang Transisi Energi Bersih di Indonesia." Jurnal Energi dan Ketenagalistrikan 5, No. 1 (2023): 12–34.International Energy Agency (IEA). The Role of Critical Minerals in Clean Energy Transitions. Paris: IEA, 2021.

Machmud, Syahrul. Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia: Penegakan Hukum

Administrasi, Hukum Perdata, dan Hukum Pidana Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012.

Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 59/G/LH/2023/PTUN.JKT, diucapkan 24 Juli 2023.

Putri Ayu Saraswati dan Arie Afriansyah. "Sengketa Lingkungan Hidup di Peradilan Tata Usaha Negara: Studi Kasus Pertambangan." Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 29, No. 2 (2022): 287–312.

Redi, Ahmad. Hukum Pertambangan. Edisi Kedua. Depok: Gramata Publishing, 2016.

Rino Subagyo. "Implikasi Persetujuan Lingkungan Hidup terhadap Izin Usaha Pertambangan Pasca UU Cipta Kerja." Jurnal Hukum Bisnis 42, No. 1 (2023): 55–72.

Rizkyana Zaffrindra Putri dan Laode M. Syarif. "Konflik Tata Ruang dan Pertambangan Mineral: Perspektif Hukum Lingkungan." Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia 10, No. 2 (2024): 210–240.

Salim HS. Hukum Pertambangan Mineral dan Batubara. Jakarta: Sinar Grafika, 2019.

Silalahi, M. Daud. Hukum Lingkungan dalam Sistem Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia. Bandung: Alumni, 2001.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara.

Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2024 tentang Tata Cara Pemberian Wilayah, Perizinan, dan Pelaporan pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Downloads

Published

2026-06-22

Issue

Section

Articles