Peran Multitrack Diplomacy dalam Menangani Krisis Rohingya di Asia Tenggara: Studi Kasus Diplomasi ASEAN dan Organisasi Kemanusiaan

Authors

  • Rehan Iqstifani Universitas Abdurrab Pekanbaru
  • Roza Andriani Universitas Abdurrab Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.61722/jmia.v3i4.11142

Keywords:

Rohingya, multitrack diplomacy, krisis kemanusiaan, ASEAN, pengungsi

Abstract

Krisis Rohingya merupakan salah satu permasalahan kemanusiaan terbesar di Asia Tenggara yang ditandai dengan gelombang pengungsian akibat kekerasan, diskriminasi, dan operasi militer di Myanmar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika krisis Rohingya di Asia Tenggara, implementasi multitrack diplomacy, serta efektivitas pendekatan tersebut dalam menangani krisis kemanusiaan Rohingya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui studi pustaka dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis Rohingya telah memicu arus pengungsian besar menuju Bangladesh, Malaysia, Indonesia, dan Thailand serta menimbulkan dampak sosial, politik, dan keamanan di kawasan. Implementasi multitrack diplomacy melibatkan berbagai aktor melalui sembilan jalur diplomasi, mulai dari pemerintah, organisasi internasional, LSM, media, sektor bisnis, hingga tokoh agama dan pendidikan. Pendekatan ini berhasil meningkatkan perhatian internasional, memperkuat bantuan kemanusiaan, dan mendorong solidaritas masyarakat internasional terhadap Rohingya. Namun, efektivitasnya masih terhambat oleh prinsip non-intervensi ASEAN, keterbatasan akses ke wilayah konflik, faktor geopolitik global, keterbatasan pendanaan, serta belum adanya jaminan keamanan bagi proses repatriasi pengungsi. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang lebih kuat antar-aktor serta komitmen politik yang lebih besar dari negara-negara kawasan dan komunitas internasional agar penyelesaian krisis Rohingya dapat berjalan secara lebih efektif dan berkelanjutan

Author Biographies

Rehan Iqstifani, Universitas Abdurrab Pekanbaru

Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Politik, Program Studi Hubungan Internasional

Roza Andriani, Universitas Abdurrab Pekanbaru

Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Politik, Program Studi Hubungan Internasional

References

AHA Centre. (2018). AHA Centre annual report 2018: Coordinating humanitarian action in ASEAN. ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance.

Busumtwi-Sam, J. (2002). Development and peacebuilding: Conceptual and operational deficits. International Journal, 57(2), 231-248.

Charney, M. W. (2009). A history of modern Burma. Cambridge University Press.

Cheung, S. (2012). Migration, ethnicity, and the construction of the "other" in Myanmar. Asian Ethnicity, 13(1), 45-61.

Diamond, L., & Marks, J. (1992). Multitrack diplomacy: A systems approach to peace (2nd ed.). Institute for Multi-Track Diplomacy.

Diamond, L., & McDonald, J. W. (1996). Multi-track diplomacy: A systems approach to peace (3rd ed.). Kumarian Press.

Dinstein, Y. (2016). Non-international armed conflicts in international law. Cambridge University Press.

Fink, C. (2009). Living silence: Burma under military rule. Zed Books.

Human Rights Watch. (2017). Burma: New satellite images confirm Rohingya village destruction. https://www.hrw.org

Humanitarian Practice Network. (2019). Humanitarian challenges in Rakhine State: Access, protection, and coordination. Overseas Development Institute.

Kusuma, B., & Wijaya, A. (2020). Indonesia's humanitarian diplomacy in the Rohingya crisis: Between normative commitment and national interest. Jurnal Hubungan Internasional, 13(2), 145-162.

Lederach, J. P. (1997). Building peace: Sustainable reconciliation in divided societies. United States Institute of Peace Press.

Montville, J. V. (2006). Track two diplomacy: The work of healing. In P. G. Roeder & D. Rothbart (Eds.), Social psychology of intergroup reconciliation (pp. 15-32). Oxford University Press.

Paffenholz, T. (2009). Civil society and peacebuilding. Centre for Humanitarian Dialogue Discussion Paper, 1(1), 15-25.

Rahman, M. (2021). The role of AHA Centre in the Rohingya humanitarian response: Coordination and limitations. Asian Journal of Peacebuilding, 9(1), 87-106.

Roberts, C. (2017). ASEAN's Myanmar crisis: Challenges to the protection norm and regional credibility. Contemporary Southeast Asia, 39(2), 254-278.

Smith, M. (2012). Burma: Insurgency and the politics of ethnicity. Zed Books.

Storey, I. (2019). ASEAN and the Rohingya crisis: Implications for regional security and credibility. Southeast Asian Affairs, 2019(1), 45-62.

UN Human Rights Council. (2018). Report of the Independent International Fact-Finding Mission on Myanmar (A/HRC/39/64). United Nations.

UNCU (United Nations Coordination Unit). (1993). Situation of human rights in Myanmar: Report of the Special Rapporteur. United Nations.

UNHCR. (2020). Rohingya refugee response: 2020 update and funding requirements. United Nations High Commissioner for Refugees.

Weatherbee, D. E. (2016). ASEAN's half century: A political history of the Association of Southeast Asian Nations. Rowman & Littlefield

Downloads

Published

2026-06-22

Issue

Section

Articles