Konstitusionalisasi Ekonomi Islam dalam UUD 1945 dan Implementasinya

Struktur, Prinsip, dan Implementasi UUD 1945 pada Praktik Ekonomi Islam Prinsip-Prinsip Ekonomi dalam UUD 1945 dan Kesesuaiannya dengan Ekonomi Islam

Authors

  • Rahma Sapitri Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi
  • Leksa Aulia Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Miftah Miftah Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Herman Refani Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Akdila Bulanov Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

DOI:

https://doi.org/10.61722/jmia.v3i4.11499

Keywords:

ekonomi Islam; ekonomi syariah; falah; konstitusi ekonomi; UUD 1945

Abstract

Abstrak. Undang-Undang Dasar 1945 berfungsi tidak hanya sebagai dokumen politik, tetapi juga sebagai dokumen ekonomi yang menjadi rujukan tertinggi bagi kebijakan ekonomi nasional. Penelitian ini mengkaji bagaimana nilai-nilai ekonomi Islam terkonstitusionalisasi dalam UUD 1945 dan bagaimana implementasinya dalam sistem ekonomi syariah di Indonesia, mengingat ekonomi Islam memiliki banyak kesamaan prinsip dengan konstitusi ekonomi Indonesia, khususnya Pasal 33, 34, dan 29. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yaitu mengumpulkan dan menganalisis secara deskriptif-analitis berbagai sumber data sekunder seperti jurnal ilmiah, buku, peraturan perundang-undangan, dan dokumen terkait. Pasal 33 yang menekankan asas kekeluargaan dan Pasal 34 tentang tanggung jawab negara terhadap kesejahteraan rakyat mencerminkan prinsip ta'awun, ukhuwah, dan pencapaian falah dalam ekonomi Islam, sementara Pasal 29 memberikan landasan konstitusional yang akomodatif bagi integrasi nilai-nilai syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konstitusi ekonomi Indonesia secara substansial kompatibel dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam, meskipun implementasinya di lapangan, seperti kepatuhan terhadap prinsip keadilan dan kesadaran zakat, masih belum optimal dan memerlukan penguatan regulasi serta edukasi lebih lanjut.

Abstract. The 1945 Constitution functions not only as a political document but also as an economic document that serves as the highest reference for national economic policy. This study examines how Islamic economic values are constitutionalized in the 1945 Constitution and how they are implemented in Indonesia's sharia economic system, given that Islamic economics shares many principles with Indonesia's economic constitution, particularly Articles 33, 34, and 29. This research uses a qualitative method with a library research approach, collecting and descriptively analyzing secondary data such as scientific journals, books, regulations, and related documents. Article 33, emphasizing the family principle, and Article 34, on state responsibility for welfare, reflect the Islamic principles of ta'awun, ukhuwah, and falah, while Article 29 provides an accommodative constitutional basis for sharia integration. The study concludes that Indonesia's economic constitution is substantially compatible with Islamic economic principles, although field implementation, such as fairness compliance and zakat awareness, remains suboptimal and requires stronger regulation and education.

References

Ahmad, K. (1997). Islamic finance and banking: The challenge and prospects. Review of Islamic Economics, 4(1), 1–18.

Aqbar, K., dkk. (2020). Konsep falah sebagai tujuan ekonomi Islam. Laa Maisyir: Jurnal Ekonomi Islam, 7(1), 137–146.

Baihaki, I. (2024). Hukum tata negara dan implementasi nilai-nilai syariah dalam perekonomian nasional. ILTIZAMAT: Journal of Economic Sharia Law and Business Studies, 4(1), 154–164.

Fatira, M., dkk. (2022). Kesadaran zakat pertanian dan implementasinya di masyarakat. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 8(2), 1455–1462.

Hisbuddin, N. F., Muslimah, H., Ramadhani, N., & Kurniati, K. (2025). Konstitusionalisasi nilai-nilai Islam dalam sistem hukum Indonesia. Jurnal Hukum, Politik, dan Ilmu Sosial, 4(4), 118–130. https://doi.org/10.55606/jhpis.v4i4.5766

Rama, A., & Makhlani. (2014). Analisis kesesuaian konstitusi ekonomi Indonesia terhadap ekonomi Islam.

Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah, 6(1), 23–52. https://doi.org/10.15408/aiq.v6i1.1367

Ruslina, E. (2012). Makna Pasal 33 UUD 1945 dalam pembangunan hukum ekonomi Indonesia. Jurnal Konstitusi, 9(1), 53–78.

Saifudin. (2003). Lahirnya UUD 1945: Suatu tinjauan historis penyusunan dan penetapan UUD 1945.

Jurnal Unisia, 26(49), 296–315.

Syamsuri, dkk. (2022). Falah sebagai orientasi ekonomi Islam dalam menghindari mudharat dan mafsadat. Jurnal Ekonomi Syariah, 7(1), 45–58.

Usnan. (2019). Praktik kecurangan dalam transaksi ekonomi dan prinsip keadilan dalam ekonomi Islam. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 3(2), 112–124.

Utami, R. N., & Wigati, S. (2023). Implementasi tujuan dan prinsip sistem ekonomi Islam di Indonesia. Al-Ujrah: Jurnal Ekonomi Islam, 2(1), 37–50.

Downloads

Published

2026-06-27

Issue

Section

Articles