Peran Ruang Terbuka Hijau dalam Mendukung Kesehatan Lingkungan Perkotaan: Studi Kualitas Udara di Kota Kupang

Authors

  • Merlintry B.Yulinda Tlonaen Institut Teknologi Alberth Foenay Kupang
  • Erens Nomleni Institut Teknologi Alberth Foenay Kupang

DOI:

https://doi.org/10.61722/jmia.v3i4.11866

Keywords:

ruang terbuka hijau, kualitas udara, kesehatan lingkungan, Kota Kupang, kecepatan angin

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan di Kota Kupang dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan tekanan terhadap kualitas lingkungan, khususnya kualitas udara ambien. Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik memiliki peran ekologis penting sebagai penyerap polutan sekaligus penyedia ruang rekreasi yang sehat bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran RTH dalam mendukung kesehatan lingkungan perkotaan melalui studi kualitas udara di empat taman kota Kupang, yaitu Taman Tagepe, Taman Nostalgia, Taman Kota, dan Taman Ina Boi. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional lapangan. Data primer diperoleh melalui pengukuran in situ terhadap parameter PM2,5, PM10, PM1,0, formaldehida (HCHO), TVOC, suhu, kelembapan, serta kecepatan angin pada tanggal 16 Desember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PM2,5 (15–19 µg/m³) dan PM10 (11–23 µg/m³) di seluruh lokasi berada jauh di bawah Baku Mutu Udara Ambien Nasional sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Meskipun demikian, ditemukan dua anomali: konsentrasi PM1,0 tertinggi di Taman Kota (23 µg/m³) yang diduga bersumber dari emisi kendaraan bermotor, serta konsentrasi HCHO yang sangat tinggi di Taman Nostalgia (137 mg/m³) yang mengindikasikan adanya sumber emisi senyawa organik volatil spesifik. Nilai konstanta kecepatan angin tertinggi tercatat di Taman Kota (5,08), berkorelasi dengan rendahnya konsentrasi PM10, sedangkan vegetasi padat di Taman Tagepe terbukti berperan signifikan dalam menjebak partikulat meskipun kondisi angin cenderung stagnan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas RTH dalam mendukung kualitas udara ditentukan oleh interaksi antara karakteristik vegetasi, faktor meteorologi lokal, dan kedekatan dengan sumber emisi. Temuan ini diharapkan menjadi landasan empiris bagi perencanaan dan pengelolaan RTH yang lebih efektif di Kota Kupang serta kota-kota beriklim tropis kering lainnya.

References

Purba, H. K., Irawan, A. B., Suharwanto, Kristanto, W. A., & Utami, A. (2024). Pengendalian Kualitas Udara Ambien Berdasarkan Parameter Pm 2,5 Dan Pm 10 Di Area Tambang Batubara Pt.Xxx Di Lebak Budi, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI , (pp. 199-205). Yogyakarta.

Abidin, M. R., Umar , R., Liani, M. A., Nur, R., Atjo, A. A., Buraerah, M. F., . . . Yanti, J. (2023). Identifikasi Kemampuan Ruang Terbuka Hijau Kampus dalam Menyerap Emisi Karbon Dioksida (CO2). Jurnal Sainsmat, Vol.12 No.2, 104-113.

Balqis, N. P., Koesoemawati, D. J., & Listyawati, R. N. (2025). Penentuan Lokasi Potensial Ruang Terbuka Hijau Pada Kawasan Perkotaan Banyuwangi Dalam Mengurangi Dampak Urban Heat Island. TATALOKA, VOL.27 NO.3. doi:10.14710/tataloka.27.3.253-266

Bethary, R. T., Intari, D. E., Budiman, A., Wahyu , S., Yadi, Y. H., & Sudrajad, A. (2025). Mitigasi Polusi Udara Melalui Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau. Civil Engineering for Community Development, Vol.04 No. 01, 86-93. doi:10.62870/cecd.v4i1.32422

Buana, I., & Harahap, D. A. (2022). ASBESTOS, RADON DAN POLUSI UDARA SEBAGAI FAKTOR RESIKO KANKER PARU PADA PEREMPUAN BUKAN PEROKOK. AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, Vol.8 No.1, 1-16.

Chen , J., Yu, X., Bi, H., & Fu, Y. (2017). Indoor simulations reveal differences amongplant species in capturing particulate matter. PLOS ONE, 1-22. doi:10.1371/journal.pone.0177539

Fadhilah, N. (2024). Peran Hutan Kota dalam Mengurangi Polusi Udara dan Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Perkotaan. Jurnal Horizone, Vol.1 No.1, 8-9. doi:10.62872/jh.v1i1.441

Indriani, T., & Suciyani, W. O. (2023). ANALISIS KUALIATAS ASET TAMAN DI KAWASAN KANTOR PEMERINTAH KABUPATEN TASIKMALAY. Jurnal Kajian Ruang, Vol 3 no.2. doi:10.30659/jkr.v3i2.31925

Joshi , N., Gupta, C. K., Mangla, Y., & Chowdhuri, A. (2023). Green Plants as a Sustainable Solution to Air Pollution. International Journal of Plant and Environment,, Vol.9 No.2 , 102-112. doi:10.18811/ijpen.v9i02.02

Kakyarmabin, A., Beatrick, M., & Tommi, T. (2025). Studi Perbandingan Tingkat Kualitas Karbon Monoksida (CO) terhadap Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) pada Ruas Jalan Utama Abepura. Konstruksi Publikasi Ilmu teknik erencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil. doi:10.61132/konstruksi.v3i3.939

Lamdu, A. K.-A., Koreh, A. W., & Mansari, F. D. (2015). Strategi Penerapan Green Transportation dalam Mewujudkan Kota Hijau yang Berkelanjutan di Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3t) . Jurnal Ilmu Multidisplin, 4 No.03. doi:https://doi.org/10.38035/jim.v4i3.1146

Lay, Y. E., Johannis, D. E., & Mata, A. E. (2023). STUDI PEMANFAATAN FUNGSI SOSIAL RUANG TERBUKA HUJAU (RTH) DI KOTA KUPANG. GEWANG, VOL 5 NO.2, 135-140. doi:10.35508/gewang.v5i2.13038

Meilani, F., & Arlysia, V. (2024). Analisis Jasa Lingkungan Ruang Terbuka Hijau Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Journal Of Social Science Research, 4 No.03, 10748-10762. doi:10.31004/innovative.v4i3.11789

Nugroho, A., Wirayudatama, J., Mugisidi, D., & Fikri, A. (2025). Analisa Dampak Emisi Gas Buang Pada Kualitas Udara. Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik, Vol 4 No.2, 58-97. doi:10.22236/metalik.v4i2.20766

Oktavia, T., Heldayani, E., & Sukmaniar. (2025). PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA PALEMBANG. Swarnabhumi, Vol. 10, No. 1, 86-98. doi:/10.31851/h7cdzw18

Putri, E. R., & Arianto, B. D. (2024). Perbandingan Performa Algoritma Metode Bagging dan Boosting pada Prediksi Konsentrasi PM10 di Jakarta Utara. Jurnal Nasional Teknologi Sistem Informasi. doi:10.25077/TEKNOSI.v10i1.2024.72-81

Rahaman, M. A., Kalam , A., & Al-Mamun, M. (2023). Unplanned urbanization and health risks of Dhaka City in Bangladesh: uncovering the associations between urban environment and public health. Jurnal Fronits, 1-18. doi: 10.3389/fpubh.2023.1269362

Downloads

Published

2026-07-07

Issue

Section

Articles