Peranan Pentahelix Dalam Menjaga dan Melestarikan Hukum Perkawinan Adat Lampung
DOI:
https://doi.org/10.61722/jmia.v3i1.8243Keywords:
Pentahelix, hukum adat, perkawinan adat Lampung, pelestarian budaya, kolaborasi lintas sektor.Abstract
The customary marriage law of Lampung represents a cultural heritage embodying moral, social, and religious values that have traditionally governed marital relations within the community. However, modernization and globalization pose significant challenges to its preservation and practice. Therefore, a synergistic collaboration through the pentahelix approach—involving government, academia, business actors, the community, and the media—is essential in maintaining and revitalizing this traditional legal system. This study aims to analyze the roles of each pentahelix element in safeguarding and promoting Lampung’s customary marriage law, as well as to identify effective models of collaboration in the context of contemporary society. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through literature review and interviews with traditional leaders and relevant stakeholders. The findings reveal that the synergistic role of the pentahelix strengthens public legal awareness, systematizes the documentation of customary practices, and integrates local wisdom into the national legal framework without diminishing cultural identity. Cross-sector collaboration is proven to be a crucial factor in ensuring the continuity and relevance of Lampung’s customary marriage law in the modern era.
References
Arroyan Na’im, A., Nufus Zaitunah, I. S., & Kusumo Hadi, B. (2025). Urgensi falsafah Ulun Lampung dalam menjaga keutuhan perkawinan.
Bianca Virgiana. (2018). Studi etnomedia pada media sosial dan budaya lokal.
Devi Lestari. (2024). Implementasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Budaya dan Kearifan Lokal Masyarakat Kabupaten Lampung Utara: Perspektif Fiqih Siyasah (Tesis Diploma). UIN Raden Intan Lampung.
Evita Listi Maharani, dkk. (2024). Wacana sosial dalam penggunaan siger Lampung: Antara pelestarian tradisi dan adaptasi budaya. Federalisme: Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi, 2(2).
Huzaini, & Putera, R. P. (2025). Adat dan syariat: Manifestasi Islam dalam perkawinan Lampung Pepadun.
Millah, N. I., & Kusmawan, A. (2025). Sistem pernikahan Nyakak masyarakat adat Lampung Saibatin perspektif Mubadalah.
Pemerintah Provinsi Lampung. (2018). Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pelestarian Nilai Budaya Daerah. Bandar Lampung: Sekretariat Daerah Provinsi Lampung.
PGN Lampung. (2025). PGN Lampung dukung Begawi Bandar Lampung 2025. Laporan pemberitaan perusahaan.
Raden Djaya Santana. (2025). Wawancara pribadi dengan tokoh adat Desa Bumi Jaya, Kabupaten Lampung Utara.
Sitorus, & Baharuddin. (1997). Peranan media massa lokal bagi pembinaan dan pengembangan kebudayaan daerah Lampung.
Lampung Begawi (Begawi Fest) 2025. (2025). Laporan resmi dan pemberitaan lokal mengenai kegiatan kolaborasi lintas pihak dalam festival budaya Lampung.
Lampung CSR Award 2025. (2025). Dokumentasi program CSR berorientasi budaya di Provinsi Lampung.
Zainudin Hasan. 2025. Hukum Adat. UBL Press. Bandar Lampung
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









