IMPLEMENTASI NILAI KEHATI-HATIAN (WARA’) DALAM MENCEGAH INFORMASI HOAKS DI ERA DIGITAL: STUDI PERILAKU KRITIS MAHASISWA FEBI IAIN PAREPARE
DOI:
https://doi.org/10.61722/jrme.v3i3.10207Keywords:
Wara’ (Kehati-hatian), Informasi hoaks, Era digital, Perilaku kritis, Mahasiswa IAIN ParepareAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai wara’ dalam mencegah penyebaran informasi hoaks di era digital pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Parepare. Fenomena penyebaran hoaks di media sosial menjadi tantangan serius bagi masyarakat modern, khususnya mahasiswa sebagai generasi digital yang aktif menggunakan teknologi informasi. Dalam konteks ini, nilai wara’ dipandang memiliki relevansi penting sebagai bentuk kehati-hatian dan kontrol moral dan tanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan sosiologis untuk memahami perilaku mahasiswa dalam menghadapi arus informasi digital. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap mahasiswa FEBI IAIN Parepare, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa FEBI IAIN Parepare telah menerapkan nilai wara’ melalui sikap tabayyun, verifikasi sumber informasi, serta kehati-hatian dalam menyebarkan berita di media sosial. Nilai wara’ berperan dalam membentuk perilaku kritis mahasiswa sehingga mereka lebih selektif terhadap informasi yang bersifat provokatif dan belum terverifikasi. Selain dipengaruhi oleh religiusitas, perilaku kritis mahasiswa juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan budaya akademik kampus Islam yang menanamkan etika komunikasi digital. Namun demikian, implementasi nilai wara’ masih menghadapi tantangan berupa tingginya arus informasi digital, budaya komunikasi instan, dan pengaruh media sosial yang mendorong penyebaran informasi secara cepat tanpa proses verifikasi mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara literasi digital dan nilai-nilai Islam dalam membangun budaya komunikasi yang etis dan bertanggung jawab di era digital.
References
Abbas, A., & Rohman, A. (2022). Internalisasi nilai-nilai akhlak dalam interaksi sosial mahasiswa di era siber. Jurnal Pemikiran Islam, 14(2).
Anwar, S., & Muttaqin, Z. (2023). Etika komunikasi Islami di media sosial: Analisis teks Surah Al-Hujurat ayat 6. Media Keagamaan dan Dakwah, 19(1), 45-59.
Aziz, M. A., & Hamzah, F. (2022). Penerapan konsep tabayyun sebagai strategi penangkalan hoaks bagi generasi milenial Muslim. Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis, 8(2).
Budiman, A. (2021). Perilaku pencarian informasi mahasiswa di era disrupsi digital: Perspektif sosiologi komunikasi. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 9(3).
Fajri, N., Rahmawati, E., & Setiawan, B. (2021). Peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam memerangi konten provokatif di media sosial. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11(2).
Fatmawati, R. (2023). Sosiologi masyarakat digital: Menghadapi tantangan culture of instant information. Jurnal Analisis Sosial, 17(1).
Hidayat, T. (2024). Moralitas Islam sebagai strategi defensif menghadapi disrupsi informasi di era industri 4.0. Jurnal Etika Keagamaan, 6(1).
Ibrahim, M., & Mansur, A. (2024). Budaya akademik kampus Islam dalam membentuk kesadaran etis siber mahasiswa. Jurnal Pendidikan Tinggi Islam, 12(1).
Juditha, C. (2020). Interaksi digital dan religiusitas: Bagaimana nilai keagamaan menyaring berita bohong di media sosial. Jurnal Komunikasi dan Media, 24(2).
Kurniawan, R., & Ramadhani, S. (2023). Integrasi nilai wara’ (kehati-hatian) dalam kurikulum literasi media berbasis Islam. Jurnal Pendidikan Islam Tasdiq, 15(2).
Lestari, P., & Supriyadi, D. (2022). Pengaruh peer pressure terhadap penyebaran informasi tidak terverifikasi di kalangan remaja. Jurnal Psikologi Sosial, 20(3).
Mufid, A. (2021). Konsep wara’ dalam tasawuf klasik dan relevansinya terhadap perilaku konsumsi informasi modern. Jurnal Teologia, 32(1).
Munir, M. (2023). Analisis sosiologis hoaks dan dampaknya terhadap stabilitas sosial masyarakat Indonesia. Jurnal Sosiologi Agama, 17(2).
Nisa, K. (2022). Instrumen etis Islam dalam menyaring informasi syubhat: Studi perilaku siber mahasiswa. Jurnal Pemikiran Keislaman, 33(1).
Nugroho, A., & Prasetyo, B. (2024). Kejenuhan kognitif dan perilaku membagikan berita berdasarkan judul bombastis di gawai. Jurnal Media dan Teknologi, 5(2).
Nurhayati, S. (2025). Filsafat Akhlak: Kebebasan moral, tanggung jawab, dan hati nurani di ruang digital. Parepare: IAIN Parepare Press.
Pratama, R. A. (2022). Model saring sebelum sharing : Tinjauan kecerdasan emosional dan spiritual netizen. Jurnal Interaksi Komunikasi, 11(1).
Rahman, F., & Fauzi, A. (2023). Tanggung jawab intelektual mahasiswa PTKIN dalam membendung arus fitnah digital. Jurnal Pemikiran Akademik, 11(2).
Ramli, M. (2022). Pendekatan kualitatif-sosiologis dalam penelitian perilaku masyarakat siber. Jurnal Metodologi Penelitian Sosial, 8(3).
Rasyid, H. (2024). Etika ekonomi Islam dan integritas informasi: Tantangan mahasiswa FEBI di era digital. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 10(1).
Saputra, A., & Rusli, M. (2023). Penguatan etika komunikasi digital berbasis nilai lokal dan keagamaan moderat di lingkungan kampus. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(1).
Sari, W. P., & Yunus, M. (2023). Kontrol sosial internal berbasis spiritualitas: Solusi preventif polusi informasi. Jurnal Sosiologi Reflektif, 18(1).
Setyawan, D. (2022). Penetrasi internet dan rendahnya kecakapan kritis pengguna media sosial di Indonesia. Jurnal Komunikasi Massa, 15(2).
Sholeh, M. (2023). Transformasi doktrin hadis nabi mengenai informasi abu-abu ke dalam perilaku siber. Jurnal Studi Hadis Nusantara, 5(2).
Sulaiman, A. (2024). Revitalisasi pendidikan nilai moralitas keislaman dalam kurikulum perguruan tinggi. Jurnal Tarbiyah, 31(1).
Umar, F. (2023). Analisis purposive sampling dalam penelitian kualitatif perilaku pengguna media sosial. Jurnal Ilmiah Komunikasi, 12(3).
Wahid, A. (2022). Bahaya laten hoaks: Motif hiburan dan konsekuensi logis terhadap ketertiban umum. Jurnal Hukum dan Masyarakat, 7(2).
Yusuf, M., & Fitriani, D. (2023). Budaya verifikasi mandiri (tabayyun) mahasiswa dalam menghadapi disrupsi informasi. Jurnal Kawistara, 13(2).
Zaini, M. (2024). Komunikasi siber Islami: Menghindari kedustaan digital berlandaskan hadis riwayat Muslim. Jurnal Komunikasi Islam, 14(1).
Zulkifli, Z. (2023). Mengukur integritas profesional masa depan melalui kejujuran akademik mahasiswa ekonomi Islam. Jurnal Akuntabilitas Publik, 11(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL RUMPUN MANAJEMEN DAN EKONOMI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









