Ngayah di Tengah Tuntutan Kehidupan Modern: Opportunity Cost, Beban Psikososial, dan Kesehatan Masyarakat Bali

Authors

  • Salsabilla Caesaria Universitas Udayana
  • Ni Putu Amik Putri Wulandari Universitas Udayana
  • Dewa Ayu Nanda Yudhantari Universitas Udayana
  • Dianggu Manggrayani Universitas Udayana
  • Ni Kadek Deviana Putri Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Nyoman Haldi Septiawan Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.61722/japm.v4i5.12645

Keywords:

Bali, Beban Psikososial, Kesehatan Masyarakat, Ngayah, Peluang

Abstract

Ngayah merupakan tradisi gotong royong masyarakat Bali yang kaya akan nilai sosial-religius, namun intensitasnya di era modern berpotensi memicu tekanan tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan frekuensi dan durasi ngayah dengan beban psikososial serta produktivitas ekonomi masyarakat Bali sebagai dasar rekomendasi berbasis bukti untuk menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis jurnal, buku, dan laporan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas ngayah yang tinggi, dengan durasi panjang dan persiapan fisik yang intens, menimbulkan beban waktu dan tenaga signifikan bagi masyarakat usia produktif. Kondisi ini menciptakan opportunity cost terhadap waktu kerja, keluarga, dan istirahat, serta memicu kelelahan fisik yang berpotensi menjadi salah satu sumber beban psikososial. Meski tidak berhubungan sebab-akibat secara langsung, beban fisik dan stresor lingkungan ini berkorelasi dengan peningkatan risiko masalah kesehatan seperti hipertensi dalam konteks beban multiperan. Implikasinya, keberlanjutan tradisi ngayah di era modern memerlukan penyesuaian yang adaptif dan proporsional melalui pengelolaan waktu yang seimbang dan pembagian tugas yang bijaksana oleh pihak banjar maupun desa adat guna melindungi kesejahteraan pelaksananya.

References

Bawa, N. N. R., Nurachmah, E., Adam, M., Herawati, T., & Sungkono. (2025). Cultural factors and risks: Incidence analysis of acute coronary syndrome in young adults in Bali. JKKI: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 16(2), 242–253. https://doi.org/10.20885/JKKI.Vol16.Iss2.art9

Dewi, A. P. G. K., Joni, I. D. A. S., Tonapa, F. Y., Yuliantarini, N. M. P., Handayani, P. S., & Putra, Y. D. (2025). Program pelatihan ecoprint terhadap kelompok PKK Desa Tusan sebagai strategi peningkatan kesejahteraan subjektif perempuan dan perwujudan SDGs. International Journal of Community Service Learning, 9(3), 534–544. https://doi.org/10.23887/ijcsl.v9i3.91098

Dharma, I. D. G. C., Cahyani, A. A. A. E., Jayanti, D. M. A. D., Sintari, S. N. N., & Wahyudi, H. (2023). Implementasi konsep budaya ngayah sebagai usaha peningkatan kesehatan jiwa penderita skizofrenia. JAI: Jurnal Abdimas ITEKES Bali, 3(1), 28–32. https://doi.org/10.37294/jai.v3i1.488

Dharma, I. D. G. C., Cahyani, A. A. A. E., Jayanti, D. M. A. D., Sintari, S. N. N., & Wahyudi, H. (2023). Peningkatan kesehatan jiwa ODGJ dengan konsep kearifan lokal budaya Bali (Ngayah). Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan, 2(1), 19–24.

Hasan, H., Daus, R., Sevita, P., Fauzi, A. R., & Wahidin, L. O. (2025). Tradisi “ngayah” pada masyarakat Bali: Nilai-nilai keberagaman dan keberlanjutan budaya di Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. Tambo: Journal of Manuscript and Oral Tradition, 3(1), 65–77. https://doi.org/10.55981/tambo.2025.11326

Mahadhini, V. S. H. P., & Rahmasari, D. (2026). Resilience in women with dual roles who have ngayah responsibilities in Balinese culture. Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology, 7(1), e1325. https://doi.org/10.33122/ejeset.v7i1.1325

Melandari, K. I., & Yunanto, T. A. R. (2022). Studi kasus: Dinamika gangguan psikologis dan fisik yang dialami pria pengurus desa adat Bali. Psychocentrum Review, 4(2), 238–249. https://doi.org/10.26539/pcr.42875

Pratiwi, K. R. T. (2025). From village flowers to strategic leaders: An analysis of triple role synergy, customary law, and hegemonic reproduction discourse on the limited access of Balinese women in Batubulan traditional villages. Pubmedia Journal Series: Journal of the Humanities, 9(1), 295–309.

Suyadnya, I. W. (2011). Balinese women and identities: Are they trapped in traditions, globalization or both? (Unpublished manuscript). Department of Sociology, Brawijaya University, Malang, Indonesia.

Widana, N. M. R. S. P., Wulandari, N. Y., Moordiningsih, M., Peristianto, S. V., & Arum, A. D. (2025). Gambaran subjective well-being pada wanita yang aktif dalam kegiatan ngayah di Bali. Jurnal Psikologi Konseling, 18(1), 33–43.

Downloads

Published

2026-09-09

Issue

Section

Articles